40 Tipe Ice Breaking For Teacher

Pembelajaran Efektif dengan Ice Breaking

 A. Ice Breaking Untuk Efektifitas Pembelajaran

Salah satu penunjang efektifitas pembelajaran adalah penyampaian materi yang dikemas dalam suasana menyenangkan (fun) dan tanpa tekanan.

Berbagai cara dapat ditempuh untuk menciptakan suasana yang demikian, diantaranya pemanfaatan ice breaking, fun story, musik, relaksasi dan brain gym.


 B. Arti, Tujuan, dan Manfaat Ice Breaking.

Ice breaking secara harfiah berarti pemecah es. Secara maknawi berarti permainan yang digunakan untuk memecah kebekuan dalam berbagai aktifitas, terutama pembelajaran atau training.

Sementara tujuan yang hendak dicapai adalah terciptanya suasana yang akrab, cair dan menyenangkan sehingga terjadi proses keterlibatan (interaksi) multi arah dalam pembelajaran, yaitu interaksi antara guru/fasilitator dengan peserta, peserta dengan peserta dan peserta dengan sumber belajar.

Adapun manfaatnya adalah sebagai berikut:
  • Pengkondisian agar siswa siap untuk belajar.
  • Membantu membangun mindset positif bahwa belajar dapat dilakukan tanpa tekanan, justru menjadi aktifitas yang menyenangkan.
  • Bila mengajar pada siang hari, siswa cenderung kehabisan energi. Perlu energizer untuk melibatkan mereka.

 C. Tips Menerapkan Ice Breaking

Adapun Tips dalam menerapkan Ice Breaking adalah sebagai berikut:
  1. Tidak terlalu lama dalam pelaksanaannya. Biasa satu ice breaking dalam proses pembelajaran membutuhkan durasi 3 sampai 5 menit kecuali ice breaking digunakan untuk menjelaskan materi pembelajaran.
  2. Ice Breaking diawali dengan intruksi yang benar dan jelas. Selain itu, penting bagi guru untuk menjelaskan tujuan yang hendak dicapai dari permainan tersebut.
  3. Lakukan permainan ini dengan penuh antusias dan kegembiraan. Dua syarat ini penting agar ice breaking dapat berjalan lancar sesuai tujuan.
  4. Hal yang tak kalah penting sebelum melakukan permainan ini kepada siswa, seorang guru hendaknya sudah mencoba atau mempraktekkan ice beraking tersebut.


 D. 40 Tipe Ice Breaking Dalam Pembelajaran

Berikut 40 Tipe Ice Breaking dalam Pembelajaran:

Nama Panggilanku, Kelebihanku

Cara Bermain:

  1. Siswa membentuk lingkaran
  2. Mintalah siswa memperkenalkan nama dengan nama panggilan
  3. Nama panggilan tersebut sekaligus diuraikan menjadi singkatan dari sifat positifnya
  4. Misal : Nama Saya ARI (Aktif, Respek dan Inovatif)
  5. Lakukan secara berurutan
Hikmah: Perkenalan dengan cara menyenangkan, sekaligus melatih kreativitas.



Peluang dan Tantangan

Cara Bermain:

  1. Siswa membentuk lingkaran dengan jarak kurang lebih 30 cm
  2. Mintalah siswa menyodorkan tangan kiri ke teman di samping kiri dengan posisi telapak tangan menghadap keatas
  3. Mintalah siswa untuk menaruh telunjuk tangan kanan tegak lurus di telapak tangan kiri teman sebelah kanannya
  4. Tugaskan siswa ketika mendengar ‘kata bakso’ untuk menyelamatkan jari telunjuk sendiri dan menangkap jari telunjuk temannya
  5. Buatlah cerita yang di dalamnya ada unsur ‘bakso’

Hikmah:
Melatih konsentrasi dan ketangkasan siswa. Selain itu dari permainan ini siswa bisa belajar bagaimana melihat peluang dan tantangan.



Gerakan Angka 1, 2, 3, 4

Cara Bermain:

  1. Mintalah siswa melakukan instruksi sebagai berikut:
    • Jika Guru menyebut 1, siswa mengangkat tangan kanan dengan telapak kanan menghadap ke depan
    • Jika Guru menyebut 2, tangan kanan siswa tetap di atas, tetapi telapak kanan diputar ke dalam
    • Jika Guru menyebut 3, siswa melektakkan tangan kanan di dada
    • Jika Guru menyebut 4, siswa mengepalkan tangan ke atas
  2. Sebutkan angka secara berurutan, 1,2,3,4 dan siswa mengikutinya dengan gerakan tangan.
  3. Tantangannya: Sebutkanlah angka secara acak, lalu mintalah siswa melakukan gerakan sesuai dengan angka acak yang disebutkan

Hikmah:
Melatih konsentrasi dan ingatan siswa.



Pak Guru Berkata

Cara Bermain:

  1. Mintalah siswa melakukan semua instruksi yang kita berikan dengan syarat instruksi tersebut diawali dengan kalimat “Pak Guru Berkata”
  2. Sampaikan juga bahwa permainan akan berakhir, setelah ada instruksi “Pak Guru Berkata permainan selesai”. Sebelum ada instruksi tersebut, permainan akan tetap berlangsung.
  3. Variasikan instruksi tanpa menggunakan kata “Pak Guru Berkata”
  4. Misal: Pak Guru berkata ‘angkat tangan kanan’, Pak Guru berkata ‘turunkan tangan kanan’. ‘Angkat tangan kanan’. (Pasti akan ada siswa yang terjebak dengan mengangkat tangan kanan. Ini artinya siswa tersebut tidak konsentrasi). Ulangi beberapa kali instruksi

Hikmah:
Melatih konsentrasi siswa ketika mendengar interuksi dari Guru. Seringkali kita salah dalam satu hal karena gagal memahami interuksi.



Huruf Akhirmu, Huruf Awalku

Cara Bermain:

  1. Siswa membentuk lingkaran-lingkaran besar
  2. Permainan dimulai dengan meminta seorang siswa menyebutkan 1 nama. Nama yang disebutkan bebas, tidak harus nama sendiri atau nama temannya
  3. Siswa di sebelah kanan menyebutkan 1 nama dengan syarat: nama yang disebutkan berhuruf awal yang sama dengan huruf akhir dari nama yang disebutkan sebelumnya. Misalnya: AntoN, NununG, GunawaN, NadiA, Asri dan seterusnya.

Hikmah:
Melatih siswa berpikir cepat dan imajinatif untuk mencari nama yang sesuai dengan huruf akhir tersebut.



Game Fokus

Cara Bermain:

  1. Guru menunjukkan empat gerakkan, yaitu: mengangkat telapak tangan (terbuka) menghadap ke siswa, lalu punggung tangan menghadap ke siswa, kemudian tangan dikepalkan, terakhir tangan terkepal di dada.
  2. Setiap pergantian gerakkan- sesuai urutan gerakkan-, guru mengucapkan urutan satu, dua, tiga, empat. Siswa diminta untuk mengikuti instruksi dari Guru
  3. Pada awalnya, guru menunjukkan urutan dan gerakkan yang benar: Satu, mengangkat telapak tangan. Dua, mengangkat punggung tangan. Tiga, mengangkat tangan dikepal. Empat, tangan terkepal di dada
  4. Kemudian guru membuat gerakan yang tidak sesuai lagi dengan urutan.

Hikmah:
Orang harus fokus, sebab seseorang akan lebih percaya pada gerakan, fisik, fisiologis dibandingkan dengan ucapan.



Pemandu Wisata

Cara Bermain:

  1. Guru meminta para siswa untuk membawa barang yang sesuai dengan pola yang disampaikan oleh guru. Jika tidak sesuai polanya, maka guru berhak menolak mengajak siswa.
  2. Guru menyampaikan narasi: “selamat siang bapak-ibu, kita saat ini akan pergi bertamasya menggunakan mobil bus, bapak dan ibu boleh ikut dalam rombongan ini, jika bapak-ibu sekalian membawa barang, yang polanya sesuai dengan apa yang akan saya sampaikan. Bapak-ibu sekalian, perkenalkan saya Salman, saya membawa Sambal. Silahkan, ibu-bapak sekalian masuk kedalam bus dan membawa barang sesuai dengan dengan pola yang sudah saya sampaikan.

Hikmah:
Belajar adalah melihat pola, belajar berempati kepada orang lain, dan seterusnya.



Chech Bumm, Bumm Chech

Cara Bermain:

  1. Guru memberikan arahan bahwa setiap gerakan Chech adalah tepuk tangan. Dan setiap gerakan Bumm adalah menepuk meja atau paha
  2. Guru mulai mengintruksikan kata Chech, Bumm, Chech, Bumm. Mulai dengan perintah yang termudah
  3. Setelah lancar, guru bisa menaikkan level dengan intruksi yang lebih banyak dan bervariasi
  4. Lakukan beberapa kali hingga suasana kembali segar

Hikmah:
Siswa melatih ingatan dan konsentrasi atas interuksi guru. Permainan ini dapat mengembalikan suasana menjadi siap untuk belajar.



Tepuk Semangat

Cara Bermain:

  1. Guru meminta siswa untuk bertepuk tangan, mulai dari pelan hingga sangat keras
  2. Pada saat mulai bertepuk tangan, guru menghitung dari 1 sampai 7. Dan pada hitungan ke-7, seluruh siswa diajak menhembuskan nafas kencang sambil mendorongkan kedua tangan ke depan
  3. Lakukan beberapa kali sampai para siswa kompak dan siap memulai pembelajaran atau meneruskan belajar kembali

Hikmah:
Membantu mengatasi kejenuhan siswa ketika mulai menurun konsentrasinya.



Integrasi Ucapan, Pikiran, dan Gerakan

Cara Bermain:

  1. Bila dikatakan ‘Gajah’, maka siswa menjawab besar dengan gerakan tangan membentuk lingkaran besar
  2. Bila dikatakan ‘Semut’, maka siswa menjawab kecil dengan gerakan tangan membentuk lingkaran kecil
  3. Bila dikatakan ‘Ular’, maka siswa menjawab panjang dengan gerakan tangan membuka lebar
  4. Bila dikatakan “Cacing’, maka siswa menjawab pendek dengan gerakan tangan mengecil
  5. Guru melatih siswa sesuai dengan interuksi yang benar sebagaimana di atas, sampai siswa semuanya lancar
  6. Setelah lancar baru guru membuat interuksi sebaliknya. Contoh: jika disebut ‘Gajah’, siswa menjawab besar tapi gerakan tangan membentuk lingkaran kecil. Begitu juga dengan semut, ular, dan cacing.

Hikmah:
Haruslah singkorn antara apa yang diucapkan, dipikirkan, dengan dilakukan. Jika tidak, maka akan timbul perasaan tidak nyaman dan cenderung melakukan kesalahan.



Hai, Halo, Halo, Hai

Cara Bermain:

  1. Guru memberi interuksi bahwa ketika dia mengatakan halo, siswa menjawab hai. Dan sebaliknya, jika guru mengatakan hai, siswa menjawab halo
  2. Mulai dengan praktek termudah hanya satu jawaban. Lalu variasikan dengan interuksi lebih dari 1. Contoh: guru mengatakan, hai, hai, halo, halo atau halo, hai, halo, hai dan sebagainya. Maka siswa akan menjawab lebih panjang. Biasanya di sini letak kehebohannya jika ada siswa yang tidak konsentrasi
  3. Selain itu, cara ini bisa digunakan kapan saja oleh guru, ketika melihat siswa tidak fokus pada pelajaran atau ketika suasana kelas mulai ramai

Hikmah:
Guru dapat menertipkan siswa dengan cepat dan efisien tanpa harus berteriak atau memarahi siswanya.



Tepuk Perkenalan

Cara Bermain:

  1. Siswa membentuk lingkaran. Mintalah siswa menyebutkan nama panggilannya dalam 2 suku kata. Misalnya, namanya ‘Siswanto’ menjadi ‘Wanto’ dan seterusnya
  2. Lakukanlah latihan tepuk dengan irama dan aba-aba sebagai berikut:
    • 1. Tepuk paha sekali
    • 2. Tepuk tangan sekali
    • 3. Jentikkan ibu jari dan jari telunjuk kiri
    • 4. Jentikkan ibu jari dan jari tekunjuk kanan
  3. Setelah lancar, lakukan tepuk sambil menyebutkan nama secara berurutan, mulai dari menyebut nama 1 orang siswa kemudian berpindah ke kanan, dengan pola: 1, 2, 3, dan 4, lalu sebutkan nama (Indah-Indah) lakukan 2x. Kemudian pindah ke samping kanannya, misalnya (Joko-Joko) lakukan 2x juga dan seterusnya sampai selesai.

Hikmah:
Melatih konsentrasi peserta didik.



Hai Fokus

Cara Bermain:

  1. Guru meminta siswa untuk menjawab dengan kata ‘Fokus’, ketika dia mengatakan ‘Hai’
  2. Intonasi jawaban sesuai dengan intonasi yang diucapkan oleh guru
  3. Variasikan intonasi dengan berbagai alternatif, misalnya datar, penuh semangat, pelan dan kecil
  4. Sampaikan pada siswa bahwa sapaan tersebut menjadi tanda agar siswa kembali fokus pada materi atau aktifitas belajar yang sedang berlangsung

Hikmah:
Memastikan siswa fokus dan siap belajar kembali. Ini bisa mengembalikan konsentrasi siswa kepada pelajaran yang sedang berlangsung.



Yel-Yel Kelompok

Cara Bermain:

  1. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok, jumlah kelompok disesuaikan dengan jumlah siswa yang ada dalam kelas
  2. Mintalah siswa untuk menunjuk salah satu diantara mereka sebagai ketua kelompok
  3. Teknik pembagian kelompok bisa dengan cara misalnya, mintalah siswa mengacungkan jari telunjuk ke atas. Pada hitungan ke-3, dalam kelompok masing-masing, siswa mengarahkan jari telunjuk kepada salah satu diantara mereka yang layak menjadi ketua kelompok
  4. Setiap kelompok memberi nama kelompoknya, filosofi nama tersebut, berikut dengan yel-yel kelompoknya
  5. Mintalah masing-masing peserta mempresentasikan nama kelompok dan penjelasan memilih nama tersebut dan diikuti yel-yel kelompoknya

Hikmah:
Melatih siswa kerja sama, belajar menjelaskan pilihannya, dan menumbuhkan kreativitas.



A, B, C, D, E, F, G, H, I Terbalik

Cara Bermain:

  1. Guru menyebutkan huruf A, B, C, D, E, F, G, H, I. Siswa menirukan. Ulangi 5 sampai 7 kali dengan semakin lama semakin cepat
  2. Berikan tantangan kepada siswa untuk menyebutkan dengan penuh semangat rangkaian huruf tersebut tetapi urutannya terbalik dari I, H, G, F, E, D, C, B dan A
  3. Apa yang terjadi? Pada awalnya siswa akan mengalami kesulitan, namun jika terus dilatih dan diulang akan semakin lancar melakukannya

Hikmah:
Tidak ada yang tidak mungkin. Awalnya akan merasa sulit, namun jika dilatih dan dilakukan berulang-ulang akan terasa mudah.



Akulah Tokoh Cerita

Cara Bermain:

  1. Siswa membentuk lingkaran
  2. Mintalah siswa membuat cerita berantai. Yaitu dengan cara setiap siswa harus memulai dengan satu kalimat yang di dalamnya memasukkan nama siswa sebagai tokoh atau karakter dalam cerita tersebut
  3. Guru menunjuk seorang siswa untuk memulai, kemudian cerita akan dilanjutkan oleh siswa yang ada di sebalah kanannya. Dan begitu selanjutnya sampai selesai

Hikmah:
Mengasah imajinasi siswa. Mengasah kemampuan berbicara (bercerita) di depan teman-temannya.



Siapakah Aku

Cara Bermain:

  1. Mintalah siswa berpasangan, sebagai orang pertama dan kedua
  2. Orang pertama memikirkan 1 kata benda (misalnya nama hewan)
  3. Mintalah orang kedua menebak kata tersebut, dengan mengajukan pertanyaan ke orang kedua. Jenis pertanyaannya adalah pertanyaan yang hanya bisa dijawab dengan ‘ya’ atau ‘tidak’
  4. Mintalah siswa berpasangan, sebagai orang pertama dan kedua
  5. Batasi waktu per 3 menit untuk saling menebak

Hikmah:
Menciptakan keseruan antar siswa. Mereka bisa belajar bagaimana mengajukan pertanyaan untuk menggali semua persoalan.



Kata Bersambung

Cara Bermain:

  1. Mintalah siswa membentuk kelompok kurang lebih 10 orang dengan membentuk barisan ke belakang. Usahakan jumlah antar kelompok sama.
  2. Berilah anggota kelompok yang paling belakang kertas kosong dan ballpoint atau spidol
  3. Mulai dari belakang, mintalah menuliskan 1 kata. Kemudian spidol dan kertas yang sudah ditulis diserahkan ke teman di depannya. Mintalah untuk menambahkan 1 kata saja
  4. Instruksikan bahwa susunan kata bersambung tersebut harus membentuk makna
  5. Pemenanganya adalah yang tercepat selesai dengan makna kalimat yang baik

Hikmah:
Siswa belajar berkomunikasi dalam bentuk berlatih mengarang bersama.



Barisan Fakta atau Makna

Cara Bermain:

  1. Mintalah siswa membentuk kelompok (misal per 10 anak), berbaris ke belakang
  2. Mintalah siswa melakukan interuksi sebagai berikut: “Tanpa mengeluarkan suara, silahkan berbaris dari depan ke belakang dari yang terkecil ke terbesar berdasarkan tinggi badan (atau tanggal lahir, berat badan, nomor sepatu, dsb). Kriteria pengelompokannya divariasikan berdasarkan opini (cantik, ganteng, keren, dsb)”

Hikmah:
Melatih kemandirian siswa untuk mengatur dirinya sendiri dengan cara berkoordinasi dengan teman-temannya.



Tebak Tanggal Lahir

Cara Bermain:

  1. Siswa diminta untuk mengingat tanggal lahirnya
  2. Tampilkam kotak A-E (seperti gambar dibawah ini). Guru menanyakan apakah tanggal lahir siswa tersebut ada di kota A dan seterusnya.


  3. Misalnya, jika ada di kotak A, maka guru menyimpan angka yang terletak pas di bawah huru dalam kota A itu (yaitu anggka 1: lihat kotak)
  4. Angka-angka di bawah huruf tiap kotak yang ada tanggal lahir siswa tersebut dijumlahkan, itulah tanggal lahir siswa tersebut.

Hikmah:
Siswa belajar berhitung dengan cara yang menyenangkan.



Tebak Tanggal dan Bulan Lahir

Cara Bermain:

  1. Mintalah siswa mengubah bulan lahir dalam bentuk angka (Jan = 1 Feb = 2, Mar = 3 , dst)
  2. Bulan lahir x 5. Kemudian hasilnya + 7. Selanjutnya hasilnya x 4. Lalu hasilnya + 13. kemudian hasilnya x 5. Dan hasil akhirnya + tanggal lahir masing-masing siswa. (Bulan lahir x 5 + 7 x 4 + 13 x 5 + Tanggal lahir)
  3. Kunci: untuk menebak tanggal dan bulan. Mintalah siswa menyebutkan hasil akhir. Kurangi hasil akhir dengan 205. Dari hasil pengurangan tersebut : 2 angka di belakang merupakan tanggal dan angka di depan merupakan bulan

Hikmah:
Siswa belajar berhitung dengan cara yang menyenangkan.



Tebak Tanggal dan Bulan Lahir

Cara Bermain:

  1. Mintalah siswa menuliskan tanggal lahir mereka masing-masing
  2. Tanggal lahir mereka di x 2. lalu hasilnya di + 5. selanjutnya hasilnya di x 50 dan hasilnya di + dengan bulan lahir masing-masing (Tanggal lahir x 2 + 5 x 50 + Bulan lahir
  3. Kunci : untuk menebak tanggal dan bulan. Mintalah siswa menyebutkan hasil akhir.Tambahkan 365 kemudian kurangi 615

Hikmah:
Siswa belajar berhitung dengan cara yang menyenangkan.



Hati-hati Kelipatanku

Cara Bermain:

  1. Mintalah siswa membentuk lingkaran
  2. Interuksikan untuk setiap lipatan tertentu, siswa yang bersanggkutan meneriakkan ‘Yes’
  3. Setelah Yes, maka siswa selanjutnya melanjutkan urutan bilangan
  4. Misal: Dari Sari ke kanan, setiap kelipatan 5 teriakan Yes. Maka urutannya adalah 1, 2, 3, 4, Yes, 6, 7, 8, 9, Yes. Jadi angkat kelipatan 5 diganti dengan Yes; 5, 10, 15, dan seterusnya)
  5. Variasikan kelipatan angkanya

Hikmah:
Melatih konsentrasi dalam berhitung angka-angka.



Berhitung Lebih Cepat dari Kalkulator

Cara Bermain:

  1. Mintalah siswa untuk maju ke depan. Dan mintalah siswa itu untuk menuliskan sepuluh bilangan dengan ketentuan sebagai berikut:
  2. Bilangan pertama dan kedua adalah bilangan satuan yang berbeda
  3. Bilangan ke 3 = bilangan pertama + kedua
  4. Bilangan ke 4 = bilangan kedua + ketiga
  5. Dan seterusnya sampai 10 bilangan
  6. Setelah selesai, mintalah siswa yangh lain menghitung dengan kalkulator jumlah ke 10 bilangan tersebut 7. Kita bisa menghitung lebih cepat dari kalkulator, hasilnya yaitu bilangan ke 7 X dengan 11

Hikmah:
Belajar berihitung dengan cara yang menyenangkan.



Tepuk Lampu Merah

Cara Bermain:

  1. Bila guru menyebut merah, maka siswa bertepuk 1 kali
  2. Bila guru menyebut kuning, maka siswa bertepuk 2 kali
  3. Bila guru menyebut hijau, maka siswa bertepuk 3 kali
  4. Guru bisa meyebutkan warna-warna itu lebih dari 1 kali, misalnya merah, merah, hijau, kuning. Dan siswa bertepuk tangan sesuai interuksi di atas

Hikmah:
Dapat membuat suasan kembali fresh dan siswa siap belajar.

Bersambung...

Artikel 40 Ice Breaking For Teacher ini akan admin tuliskan pada artikel blog selanjutnya. Mohon bersabar!

Terimakasih, jangan lupa bahagia.

Dikutip dari Materi Diklat Ice Breaking Safira Tama Edukasi (Training & Consulting).

Labels: Gallery

Thanks for reading 40 Tipe Ice Breaking For Teacher. Please share...!

0 Comment for "40 Tipe Ice Breaking For Teacher"

Dilarang berkomentar hal-hal yang bersifat sara dan pornografi

Back To Top