Konferensi Nasional Guru Blogger PGRI Tahun 2018

Konferensi Nasional Guru Blogger PGRI Dalam rangka HUT IGTIK PGRI dan KOGTIK ke-4 Tahun 2018

Pembukaan Konferensi Nasional Guru Blogger PGRI

Alhamdulillah Konferensi Nasional Guru Blogger PGRI dalam rangka HUT IGTIK PGRI dan KOGTIK yang ke-4 dapat diselenggarakan dengan lancar pada hari Senin 24 Desember 2018 bertempat di Gedung Guru Indonesia (PGRI) Jakarta Pusat.

Guru Berani Belajar, Guru Siap Mengajar (Catatan Kecil Pasca SINOBEL 2018)

Simposium dan Lomba Best Practice "Inovasi Pembelajaran dan Pengelolaan Sekolah Dalam Kondisi Darurat Pasca Gempa Lombok"


SINOBEL|Hotel Lombok Raya (14-16 Desember 2018)

Bila pendidikan dipahami sebatas capaian akademis, sebenarnya peran guru tidak lebih besar dibandingkan faktor lain. Tetapi peran guru menjadi sangat signifikan bila kita melihat pendidikan dalam konteks yang utuh. peran guru tidak tergantikan dalam mengembangkan kegemaran belajar, menumbuhkan budi pekerti dan mengasah kemampuan berpikir pelajarnya.
Karena itu penting menjadikan inisiatif peningkatan kualitas guru sebagai upaya percepatan mutu pendidikan.

Membangun e-Learning (Kelas Maya) melalui EDMODO

Pemanfaatan Platform Edmodo untuk membangun kelas maya dalam pembelajaran Abad 21 (21st Century Learning)

Edmodo merupakan platform pembelajaran berbasis jejaring sosial yang diperuntukan untuk guru, murid sekaligus orang tua murid. Edmodo pertama kali dikembangkan pada akhir tahun 2008 oleh Nic Borg dan Jeff O’hara dan Edmodo sendiri bisa dibilang merupakan program e-learning yang menerapkan sistem pembelajaran yang mudah, efisien sekaligus lebih menyenangkan.

Edmodo sangatlah membantu sekali dalam proses pembelajaran. Edmodo menyediakan cara yang aman dan mudah untuk membangun kelas virtual berdasarkan pembagian kelas layaknya di sekolah. Desain tampilan yang dimiliki Edmodo hampir sama dengan desain tampilan Facebook. Dengan Edmodo, guru dapat mengirim nilai, tugas, maupun kuis untuk siswa dengan mudah.

Peran Guru Blogger PGRI Dalam Mengembangkan Ekosistem Sekolah Berbasis TIK

Salah satu tantangan pendidikan dewasa ini adalah membangun keterampilan abad 21, diantaranya adalah keterampilan melek teknologi informasi dan komunikasi, keterampilan beprikir kritis dan sistemik, keterampilan memecahkan masalah, keterampilan berkomunikasi efektif dan keterampilan berkolaborasi.
Teknologi informasi dan komunikasi (TIK), memiliki potensi yang sangat besar sebagai sarana atau alat untuk membangun keterampilan tersebut dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, dalam pendidikan modern, guru dituntut untuk memahami konsep belajar dan pembelajaran abad 21 serta prinsip pokok pembelajaran abad 21.
Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah merubah gaya hidup manusia, baik dalam bekerja, bersosialisasi, bermain maupun belajar. Memasuki abad 21 kemajuan teknologi tersebut telah memasuki berbagai sendi kehidupan, tidak terkecuali dibidang pendidikan. Pendidik dan peserta didik dituntut memiliki kemampuan belajar mengajar di abad 21 ini. Sejumlah tantangan dan peluang harus dihadapi siswa dan guru agar dapat bertahan dalam abad pengetahuan di era informasi ini (Yana dalam Rohim, Bima dan Julian, 2016).

Konsep Pembelajaran Abad 21
Tantangan Guru Pada Abad 21 menurut Winarno Surakhmad dalam Wasitohadi ada empat sifat yang muncul di abad 21 yang mempengaruhi kehidupan dan peradaban manusia, yaitu:
  1. Bahwa akan terjadi perubahan yang besar di dalam hampir semua bidang kehidupan, dan bahwa perubahan tersebut akan berlangsung semakin hari semakin terakselerasi.
  2. Bahwa peranan ilmu pengetahuan dan teknologi akan mengambil posisi yang sentral yang langsung mempengaruhi bukan saja gaya hidup manusia sehari-hari, tetapi juga mempengaruhi nilai-nilai seni, moral dan agama.
  3. Bahwa pertarungan dan persaingan hidup antara bangsa-bangsa tidak akan terbatas di bidang ekonomi saja, tetapi juga di berbagai bidang lainnya, termasuk bidang budaya dan ideologi.Bahwa pertarungan dan persaingan hidup antara bangsa-bangsa tidak akan terbatas di bidang ekonomi saja, tetapi juga di berbagai bidang lainnya, termasuk bidang budaya dan ideologi.
  4. Bahwa karena pengaruh ilmu dan teknologi, nilai-nilai moral dan agama akan langsung tercabut dan bukan mustahil akan menimbulkan sistem nilai yang berbeda dari apa yang dikenal sampai saat ini. Seiring dengan sentralnya peranan Iptek, perkembangan industri berbasis iptek akan berkembang dengan cepat.
Sementara itu, ada tantangan untuk menghadapi persaingan global. Kemampuan bersaing tersebut amat ditentukan oleh pendidikan yang bermutu. Mutu yang dimaksud bukan hanya dapat memenuhi standar nasional, melainkan untuk memenuhi standar internasional agar sumber daya manusia Indonesia mampu bersaing dengan negara-negara lain.
Pergeseran paradigma pendidikan abad 21 menurut Laporan BSNP tahun 2010 dalam Wasitohadi (BSNP, 2010; Kemdikbud, 2012) meliputi:
  1. Dari berpusat pada guru menuju berpusat pada siswa;
  2. Dari satu arah menuju interaktif;
  3. Dari isolasi menuju lingkungan jejaring;
  4. Dari pasif menuju aktif menyelidiki;
  5. Dari maya/ abstrak menuju konteks dunia nyata;
  6. Dari pembelajaran pribadi menjadi menuju pembelajaran berbasis tim;
  7. Dari luas menuju perilaku khas memberdayakan kaidah keterikatan;
  8. Dari stimulasi rasa tunggal menuju stimulasi ke segala penjuru;
  9. Dari hubungan satu arah bergeser menuju kooperatif;
  10. Dari produksi massa menuju kebutuhan pelanggan;
  11. Dari usaha sadar tunggal menuju jamak;
Jadi apa yang dimaksud dengan pembelajaran abad 21?
Untuk mengembangkan pembelajaran abad 21, guru harus memulai satu langkah perubahan yaitu merubah pola pembelajaran tradisional yang berpusat pada guru menjadi pola pembelajaran yang berpusat pada siswa. Pola pembelajaran yang tradisional bisa dipahami sebagai pola pembelajaran dimana guru banyak memberikan ceramah sedangkan siswa lebih banyak mendengar, mencatat dan menghafal. Satu hal lain yang penting yaitu guru akan menjadi contoh pembelajar (learner model), guru harus mengikuti perkembangan ilmu terakhir sehingga sebetulnya dalam seluruh proses pembelajaran ini guru dan siswa akan belajar bersama namun guru mempunyai tugas untuk mengarahkan dan mengelola kelas.

Menurut Anda mengapa seorang guru perlu memahami pembelajaran abad 21?
Tantangan pendidikan abad 21 menurut PBB yaitu membangun masyarakat berpengetahuan (knowledge-based society) yang memiliki:
  1. keterampilan melek TIK dan media (ICT and media literacy skills);
  2. keterampilan berpikir kritis (critical thinking skills);
  3. keterampilan memecahkan masalah (problem-solving skills);
  4. keterampilan berkomunikasi efektif (effective communication skills); dan
  5. keterampilan bekerjasama secara kolaboratif (collaborative skills).
Bagaimanakah peran guru dalam mengembangkan Ekosistem Sekolah Berbasis TIK kaitannya dengan pembelajaran abad 21?

Pembelajaran Berbasis TIK

Bila dilihat dari sisi peran TIK bagi guru, maka pemanfaatan TIK dalam proses pembelajaran seharusnya memungkinkan guru untuk:
  1. menjadi fasilitator, kolaborator, mentor, pelatih, pengarah dan teman belajar.
  2. dapat memberikan pilihan dan tanggung jawab yang besar kepada siswa untuk mengalami peristiwa belajar.
Menurut Rohim, Bima dan Julian (UNY, 2016) untuk mampu mengembangkan pembelajaran abad 21 ini ada beberapa hal yang penting untuk diperhatikan yaitu, antara lain :
  1. Tugas Utama Guru Sebagai Perencana Pembelajaran Sebagai fasilitator dan pengelola kelas maka tugas guru yang penting adalah dalam pembuatan RPP. RPP haruslah baik dan detil dan mampu menjelaskan semua proses yang akan terjadi dalam kelas termasuk proses penilaian dan target yang ingin dicapai. Dalam menyusun RPP, guru harus mampu mengkombinasikan antara target yang diminta dalam kurikulum nasional, pengembangan kecakapan abad 21 atau karakter nasional serta pemanfaatan teknologi dalam kelas.
  2. Masukkan unsur Berpikir Tingkat Tinggi (Higher Order Thinking). Teknologi dalam hal ini khususnya internet akan sangat memudahkan siswa untuk memperoleh informasi dan jawaban dari persoalan yang disampaikan oleh guru. Untuk permasalahan yang bersifat pengetahuan dan pemahaman bisa dicari solusinya dengan sangat mudah dan ada kecenderungan bahwa siswa hanya menjadi pengumpul informasi. Guru harus mampu memberikan tugas di tingkat aplikasi, analisa, evaluasi dan kreasi, hal ini akan mendorong siswa untuk berpikir kritis dan membaca informasi yang mereka kumpulkan sebelum menyelasikan tugas dari guru.
  3. Penerapan pola pendekatan dan model pembelajaran yang bervariasi Beberapa pendekatan pembelajaran seperti pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning), pembelajaran berbasis keingintahuan (Inquiry Based Learning) serta model pembelajaran silang (jigsaw) maupun model kelas terbalik (Flipped Classroom) dapat diterapkan oleh guru untuk memperkaya pengalaman belajar siswa (Learning Experience). Satu hal yang perlu dipahami bahwa siswa harus mengerti dan memahami hubungan antara ilmu yang dipelajari di sekolah dengan kehidupan nyata, siswa harus mampu menerapkan ilmunya untuk mencari solusi permasalahan dalam kehidupan nyata.
  4. Integrasi Teknologi Sekolah dimana siswa dan guru mempunyai akses teknologi yang baik harus mampu memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran, siswa harus terbiasa bekerja dengan teknologi seperti layaknya orang yang bekerja. Seringkali guru mengeluhkan mengenai fasilitas teknologi yang belum mereka miliki, satu hal saja bahwa pengembangan pembelajaran abad 21 bisa dilakukan tanpa unsur teknologi, yang terpenting adalah guru yang baik yang bisa mengembangkan proses pembelajaran yang aktif dan kolaboratif, namun tentu saja guru harus berusaha untuk menguasai teknologinya terlebih dahulu.Hal yang paling mendasar yang harus diingat bahwasannya teknologi tidak akan menjadi alat bantu yang baik dan kuat apabila pola pembelajarannya masih tradisional.
Tantangan Pembelajaran Abad 21 dalam Revolusi Industri 4.0 dan IDL (Indonesia Digital Learning)
Pelatihan IDL Lombok-Kerjasama PGRI dan Telkomsel Indonesia

Revolusi Industri 4.0 memunculkan perubahan yang bergitu cepat di berbagai bidang kehidupan termasuk dunia pendidikan. Di era disrupsi seperti saat ini, dunia pendidikan dituntut mampu membekali peserta didik ketrampilan abad 21 (21st Century Skills).
Ketrampilan abad 21 yang dimaksud adalah ketrampilan peserta didik untuk bisa berfikir kritis dan memecahkan masalah, kreatif dan inovatif serta ketrampilan komunikasi dan kolaborasi. Selain itu ketrampilan mencari, mengelola dan menyampaikan informasi serta terampil menggunakan informasi dan teknologi. Untuk mencapai ketrampilan abad 21, trend pembelajaran dan best practices juga harus disesuikan melalui blended learing atau pembelajaran terpadu. Yaitu mengintegrasikan penggunaan teknologi dalam pembelajaran yang memungkinkan pembelajaran yang sesuai bagi masing-masing siswa dalam kelas. "Blended learning memungkinkan terjadinya refleksi terhadap pembelajaran (Rektor UNY: Sutrisna Wibawa).
Menurut Sutrisna, strategi pembelajaran lain yang dapat digunakan untuk mencapai ketrampilan abad 21 yakni menggunakan pendekatan berbasis proyek (project based learning), pembelajaran berbasis masalah (problem based learning), pembelajaran berbasis inovasi (innovation learning) populer diterapkan di Finlandia dan pembelajaran kontekstual (CTL). Selain itu guru/dosen dituntut memiliki kompetensi yang kuat sekaligus berperan menebar passion dan inspirasi serta menjadi teladan karakter. "Pembelajaran di era disrupsi harus mampu membekali peserta didik kemampuan sustainable learning atau pembelajaran berkelanjutan
Konsep pendidikan yang dibangun pada era revolusi industri 4.0 yaitu digitalisasi dan komputerisasi. Hal tersebut memungkinkan adanya interaksi pembelajaran yang tidak mengenal ruang dan waktu. Pembelajaran dimana adanya kelas yang tidak harus dilakukan dengan tatap muka langsung dengan guru. Peserta didik dapat belajar kapan saja, dimana saja bahkan dengan siapa saja tidak harus bertatap muka langsung dengan guru. Tatap muka dapat dilakukan dengan media video conference (vicon). Untuk menjawab tantangan tersebut PGRI telah bekerja sama dengan pihak PT. Telkomsel Indonesia.tbk melakukan sebuah terobosan yaitu membuat Portal atau Platform IDL (Indonesia Digital Learning). Melalui portal atau Platform IDL inilah dikembangkan sebuah pembelajaran Digitalisasi berupa E-Test yang nantinya dapat menjawab tantangan pembelajaran abad 21 dalam Revolusi Industri 4.0

Berikut Video Tutorial Pemanfaatan Platform IDL dalam Digitalisasi Bank Soal (e-Test) untuk pembelajaran Abad 21.
Video Pemanfaatan Platform Indonesia Digital Learning (IDL)

Guru sebagai aktor utama dalam proses pembelajaran harus mampu mengembangkan ekosistem sekolah berbasis TIK karena dengan mengintegrasikan TIK dalam proses pembelajaran akan menjadikan pengalaman berbeda bagi peserta didik dalam menyiapkan peserta didik yang melek IT. Wallahu'alam bisawab...

Cawas Madrasah: Kompetensi Supervisi Manajerial dan Supervisi Akademik

Dr. H. Mahsusi, M.M (Kapusdiklat Kemenag RI)

Video Dokumentasi Kegiatan Diklat Cawas Madrasah (Pusdiklat Kemenag RI)
  1. Kompetensi Pengawas Madrasah/Sekolah
  2. Pendidikan merupakan salah satu aspek yang sangat urgen untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Untuk mencapai tujuan tersebut pemerintah kemudian mengeluarkan kebijakan berupa Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang secara operasionalnya dijelaskan dalam Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Peraturan Pemerintah ini memberi arahan terhadap seluruh satuan pendidikan tentang perlunya disusun dan dilaksanakan 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan, yang meliputi: (1) standar isi; (2) standar proses; (3) standar kompetensi lulusan; (4) standar pendidik dan tenaga kependidikan; (5) standar sarana dan prasarana; (6) standar pengelolaan; (7) standar pembiayaan dan (8) standar penilaian.

Diklat Calon Pengawas Pusdiklat Kemenag RI Tahun 2018

  1. LATAR BELAKANG
  2. Dalam Peraturan Menteri Agama Nomor 75 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Pegawai pada Kementerian Agama dinyatakan bahwa Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan mempunyai tugas menyelenggarakan Diklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan berupa Diklat Fungsional dan Diklat Substantif.
    Salah satu kegiatan Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan pada tahun 2018 ini adalah Diklat Fungsional Calon Pengawas Madrasah, dengan Dasar Hukum:
    • Undang-undang Dasar Tahun 1945
    • Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
    • Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara
    • Permen Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil
    • Permendiknas Nomor 12 Tahun 2007 tentang Standar Pengawas Sekolah/Madrasah.

100 Daftar (Jenis) Tumbuhan Langka Indonesia

TUMBUHAN LANGKA INDONESIA


Tumbuhan langka Indonesia ialah tumbuhan asli Indonesia yang takson atau populasi taksonnya cenderung berkurang, baik dalam jumlah individu, populasi maupun keanekaragaman genetisnya sehingga jika tidak ada usaha pelestarian yang cukup berarti, maka akan segera punah dalam waktu singkat. Kepunahan, penurunan atau erosi genetis ini berlangsung dalam waktu relatif singkat dibandingkan dengan kemampuan regenerasi atau perbanyakan alaminya.


Mengenal Fauna "ENDEMIK" Nusa Tenggara Barat (NTB)

Keanekaragaman hayati Nusantara merupakan anugerah kekayaan alam (hayati) pemberian Allah SWT yang wajib kita syukuri keberadaannya. Hutan Indonesia merupakan hutan yang menduduki urutan ketiga terluas di dunia dengan hutan tropis dan hutan hujan (rain forest) di Kalimantan dan Papua. Menurut data Forest Watch Indonesia (FWI), sebuah lembaga independen pemantau hutan Indonesia, sejumlah 82 hektare luas daratan Indonesia masih tertutup hutan. Hal ini menunjukkan bahwa hutan Indonesia masih menyimpan banyak kekayaan hayati berupa kekayaan jenis Flora dan Faunanya.

Tutorial Menghitung Masa Kerja

Cara Menghitung Masa Kerja Agar Tidak Bingung lagi

Artikel ini saya tulis terinspirasi (bahasa tingkat tinggi, he...he...) dari sebuah pertanyaan di group excel yang kurang lebih berbunyi:

Ask (bertanya):
Ada yg bisa bantu kah, bagaimana menghitung lamanya masa kerja...?

Contoh:
Saya TMT: 4 Juni 2007. Saya ingin mengetahui sampai dengan saat ini (sekarang), berapa tahun, bulan dan hari saya telah bekerja.

Oke...langsung kita jawab yach....supaya tidak ada lagi yang bingung bagaimana cara cepat atau otomatis menghitung masa kerja memanfaatkan formula di excel.
=================================

Mendesain Brosur Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB): Download dan ATM (Amati, Tiru, Modifikasi)

Mendesain Brosur/Cover


Mendesain Brosur untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) bisa dikatakan gampang-gampang susah, karena dalam merancang atau mendesain tentunya memerlukan imajinasi atau beberapa referensi sebagai bahan dasar maupun rujukan. Apalagi bagi pemula seperti saya (hehe...) tentunya saya akan mencari bahan dasar atau software (mungkin) yang paling mungkin familiar dengan kemampuan saya.

Uji Kompetensi Calon Kepala dan Pengawas Madrasah Kementerian Agama RI Prov. NTB



Kompetensi Calon Kepala Sekolah/Madrasah

  1. Pengertian Kompetensi
  2. Menurut Scale dalam Edy Sutrisno (2009:202) secara harfiah kompetensi berasal dari kata competence yang artinya kecakapan, kemampuan, dan wewenang. Mc Ashan dalam Edy Sutrisno (2009:203) mengemukakan ”kompetensi diartikan sebagai pengetahuan, keterampilan dan kemampuan yang dikuasai oleh seseorang yang telah menjadi bagian dari dirinya. sehingga ia dapat melakukan perilaku-perilaku kognitif, afektif dan psikomotorik dengan sebaik-baiknya”.
    Secara etimologi menurut Spencer dalam Edy Sutrisno (2009:203) kompetensi diartikan sebagai dimensi perilaku keahlian atau keunggulan seorang pemimpin atau staf yang mempunyai keterampilan, pengetahuan dan perilaku yang baik. Spencer mengatakan "kompetensi adalah suatu yang mendasari karakteristik dari suatu individu yang dihubungkan dengan hasil yang diperoleh dalam suatu pekerjaan”. Boulter, Dalziel dan Hill dalam Sutrisno Edy (2010:203) mengemukakan "kompetensi adalah suatu karakteristik dasar dari seseorang yang memungkinkannya memberikan kinerja unggul dalam pekerjaan, peran atau situasi tertentu”. Lebih lanjut menurut Syaiful Sagala (2010:126): ”Kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan dan prilaku yang harus dimiliki oleh kepala sekolah dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya”.

KONSEP DAN PERAN ICT DALAM PEMBELAJARAN ABAD 21


Bagaimana konsep dan peran ICT dalam pembelajaran?

Ilustrasi di bawah ini dapat memberikan gambaran bagaimana perkembangan proses TIK atau ICT dalam pendidikan.
  1. Gambar 1. Learning about computer and the internet (supplementary)
  2. Gambar 2. Learning with computer and the internet (complementary)
  3. Gambar 3, 4. Learning through computer and the internet (integrated and infused)

MEDIA SOSIAL DAN KEGIATAN BERBAGI (SHARE) INFORMASI

  1. Perkembangan dan Dampak Media Sosial
  2. Salah satu jenis media yang berkembang dengan sangat pesat di era media online ini adalah media sosial (social media). Media sosial adalah media yang memungkinkan penggunanya (user) dapat dengan mudah membuat sebuah "konten" media (baik itu berupa teks, foto, musik, dll) menggunakan teknologi Web 2.0 (User generated content) dan menyebarkannya secara online . melalui berbagai media sosial yang populer adalah Facebook, Twitter, lnstagram, Tumblr, Path, dan Youtube.

LITERASI MEDIA (Menuju Masyarakat Milenial)



Apa yang dimaksud dengan Literasi Media?

Definisi umum mengenai literasi media adalah kemampuan untuk mengakses, menganalisis, mengevaluasi, dan mengkomunikasikan isi pesan media (Livingstone, 2004).

Di era banjir informasi seperti sekarang, banyak orang bingung saat mengikuti pemberitaan media massa. oleh karena itu, dibutuhkan daya kritis saat membaca, mendengar, dan menyaksikan berita di media massa sehingga pengguna media bisa memanfaatkan isi media sesuai dengan petentingannya. 

Pemanfaatan Jejaring Sosial Sebagai Sumber Belajar


Pengertian Jejaring Sosial
Segala bentuk media komunikasi interaktif yang memungkinkan terjadinya interaksi dua arah dan umpan balik (M.L. Kent :2013)

Sebuah kelompok aplikasi berbasis Internet yang dibangun dengandasar-dasar ideologis Web 2.0 (yang merupakan platform dari evolusi media sosial) yang memungkinkan terjadinya penciptaan dan
pertukaran dari User Generated Content (Kaplan & Haenlein :2010)

Media yang digunakan oleh konsumen untuk berbagi teks, gambar, suara, dan video informasi baik dengan orang lain maupun perusahaan dan vice versa (Kotler & Keller :2016).

Social media tools and networking sites encourage students to engage with each other and to express and share their Creativity” (Vishranti & Prafulla:2016)
(Berbagai jenis platform jejaring sosial mendorong guru/tutor pada keputusan memilih platform media sosial yang mana yang cukup relevan sebagai sumber belajar dan model pembelajaran).

MGMP KKMTs KLU: Membuat Bahan Ajar Digital Berbasis e-Pub


     Workshop MGMP Kelompok Kerja Madrasah Tsanawiyah (KKMTs) dengan tema: "Membuat Bahan Pembelajaran Digital Berbasis e-Pub" yang diselenggarakan selama 2 (dua) hari yaitu Rabu dan Kamis (17 - 18 Januari 2018) di ikuti oleh 30 peserta guru mata pelajaran meliputi 32 jam pembelajaran dengan materi workshop:

Back To Top