Merencanakan Penilaian Berbasis HOTS


Soal HOTS


 A. Stimulus Soal (Problem based Learning)

Perhatikan teks cerita berikut ini!

Buah Pepaya

Cerita ini tentang seorang kakek yang sederhana, hidup sebagai orang kampung yang bersahaja.

Suatu sore, ia mendapati pohon pepaya di depan rumahnya telah berbuah. Walaupun hanya dua buah namun telah menguning dan siap dipanen. Ia berencana memetik buah itu di keesokan hari. Namun, tatkala pagi tiba, ia mendapati satu buah pepayanya hilang dicuri orang.

Kakek itu begitu bersedih, hingga istrinya merasa heran, “Suamiku, jangan hanya karena sebuah pepaya saja engkau demikian murung” ujar sang istri. “Bukan itu yang aku sedihkan,” jawab sang kakek. “Aku berpikir, betapa sulitnya orang itu mengambil pepaya kita. Ia harus sembunyi-sembunyi di tengah malam agar tidak ketahuan orang. Belum lahi nanti mesti memanjatnya dengan susah payah untuk bisa memetik pepaya.”

“Oleh karena itu istriku...” lanjut sang kakek, “Saya akan meminjam tangga dan saya taruh dibawah pohon pepaya kita. Mudah-mudahan ia datang kembali malam ini dan tidak akan kesulitan lagi mengambil pepaya yang satunya”. Namun saat pagi kembali hadir, ia mendapati pepaya yang tinggal sebuah itu tetap ada beserta tangganya tanpa bergeser sedikitpun. Sang kakek tetap menunggu. Namun di pagi berikutnya, tetap saja buah pepaya itu masih di tempatnya.

Di sore harinya, sang kakek kedatangan seorang tamu yang menenteng dua buah pepaya besar di tangannya. Sang kakek belum pernah mengenal si tamu tersebut. Singkat cerita, setelah berbincang lama, sang tamu dengan amat menyesal mengaku bahwa dialah yang telah mencuri pepayanya.

“Sebenarnya, di malam berikutnya saya ingin mencuri buah pepaya yang tersisa. Namun saat saya menemukan ada tangga disana, saya tersadarkan dan sejak itu saya bertekad untuk tidak mencuri lagi. Untuk itu, saya kembalikan pepaya Anda dan untuk menebus kesalahan saya, saya hadiahkan pepaya yang baru saya beli di pasar untuk Anda”.

Buatlah 2 pertanyaan dari teks cerita di atas!

 B. Pengertian Berfikir Tingkat Tinggi

Berfikir tingkat tinggi merupakan kemampuan berpikir yang tidak sekadar mengingat (recall), menyatakan kembali (restate) , atau merujuk tanpa melakukan pengolahan (recite)

Karakteristik soal HOTS
  • Mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi
  • Berbasis permasalahan kontekstual

Langkah-langkah menyusun soal HOTS
  1. Menentukan indikator kunci yang akan dibuatkan soal. Apabila indikator kunci belum berada di level kognitif 3 (penalaran), buatlah tambahan soal dari indikator pengayaan
  2. Memilih stimulus yang menarik dan kontekstual
  3. Menulis butir pertanyaan pada kartu soal sesuai dengan kisi-kisi soal
  4. Membuat pedoman penskoran atau kunci jawaban

Labels: Gallery

Thanks for reading Merencanakan Penilaian Berbasis HOTS. Please share...!

0 Comment for "Merencanakan Penilaian Berbasis HOTS"

Dilarang berkomentar hal-hal yang bersifat sara dan pornografi

Back To Top